Alex Jensen
SEOUL
Pimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah meminta penambahan produksi mesin roket dan hulu ledak rudal balistik antarbenua (ICBM), kata Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Rabu.
Seruan tersebut justru muncul ketika ketegangan antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS) mereda.
Laporan KCNA menyebutkan mengenai kunjungan Kim ke Akademi Ilmu Pertahanan Korut dan telah menginstruksikan lembaga tersebut untuk memproduksi lebih banyak mesin roket berbahan bakar padat dan hulu ledak rudal.
Namun dalam laporan tersebut tidak dicantumkan retorika anti AS seperti biasanya, malah mengikuti pernyataan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang menyambut sikap Korut baru-baru ini.
Pernyataan tersebut muncul setelah memanasnya hubungan kedua negara selama beberapa pekan, ketika Presiden AS Donald Trump menyerukan tindakan militer melawan Pyongyang.
Surat kabar Rodong Sinmun memuat foto Kim tengah tersenyum lebar saat ia berkunjung ke Akademi Ilmu Pertahanan Korut, di mana ia mendapat pengarahan tentang pembuatan mesin roket dan ICBM.
Bulan lalu, Korut melancarkan uji coba ICBM yang diprediksi mampu mencapai benua AS. Namun, para ahli masih meragukan apakah hulu ledak Pyongyang mampu menahan panas luar biasa akibat masuknya kembali atmosfer.
Teknologi senjata Korut lainnya yang tengah dikembangkan adalah rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam.
Rabu, sirene tanda simulasi serangan udara yang dibunyikan sebagai bagian latihan militer gabungan AS-Korsel menyebabkan berhentinya lalu lintas dan orang-orang mulai mencari tempat perlindungan.
Presiden Korsel Moon Jae-in mengunjungi pusat komando dan meminta para komandan untuk “siaga penuh” jika ada provokasi dari Korut, kata juru bicaranya.
Korut telah menolak tawaran Moon untuk berdialog dan menyebut ajakan tersebut tidak tulus.
news_share_descriptionsubscription_contact



