Muhammad Nazarudin Latief
16 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng yang tenggelam di perairan Loloda, Halmahera Utara, Maluku Utara sempat berbalik arah dari semula menuju Bitung kembali ke Tobelo karena cuaca buruk.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pada awalnya cuaca terlihat aman untuk berlayar, namun tiba-tiba berubah.
“Kapal berangkat dari Tobelo menuju Bitung pukul 20.00 WIB dan kemudian didapati hilang kontak dan lost monitor pada tanggal 15 Agustus pukul 09.00 WIB,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Dalam upaya menghindari cuaca buruk itulah kapal dihempas ombak dan diperkirakan tenggelam di perairan Loloda, Halmahera Utara.
Pihak berwenang segera melakukan pertolongan antara lain Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), BPPTD Maluku dan kepolisian.
Mereka berhasil menyelamatkan 46 orang dan mengevakuasinya ke Rumah Sakit Umum Daerah Ternate. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap lima orang lain, terdiri dari empat orang awak kalap dan satu orang penumpang.
Kapal ini, menurut Budi mempunyai spesifikasi kapal panjang 45 meter, panjang garis tegak 40 meter, lebar 11 meter, kemudian tinggi geladak 3,20 meter. Kapasitas penumpang sebanyak 314 orang dan kendaraan sebanyak 20 unit.
Saat berlayar, kapal tersebut membawa 51 orang dan 8 unit kendaraan.
“Nanti malam BUMN bersama dengan Dirut Jasaraharja, ASDP dan saya bertolak ke Ternate pertama untuk memberikan semacam perhatian kepada korban berada di Rumah Sakit,” ujar dia.
Dirut ASDP Ira Puspadewi mengatakan prosedur keselamatan sudah diterapkan dengan benar, life jacket sudah 100 persen. Kapal juga dilengkapi dengan sekoci dengan kapasitas 25 orang dan tersimpan kotak makanan yang kedap air cukup untuk bertahan hidup sekitar tiga hari.
“Informasi di lapangan ombak cukup tinggi sehingga kapal kembali dari tempat keberangkatan,” ujar dia.