Astudestra Ajengrastrı
12 Agustus 2018•Update: 13 Agustus 2018
Astudestra Ajengrastri
JAKARTA
Korban tewas akibat gempa dengan magnitude 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali pada Minggu pekan lalu kini tercatat sebanyak 392 orang, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Korban tewas ini berasal dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Lombok 2 orang. Sebagian besar tewas karena tertimpa bangunan saat gempa.
“Sementara itu korban luka-luka tercatat 1.353 orang. Pengungsi sebanyak 387.067 tersebar di ribuan titik pengungsian,” kata Sutopo Purwo Nugroho, humas BNPB, melalui siaran pers.
Kerusakan fisik, lanjut dia, meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.
Saat ini bantuan logistik terus didistribusikan kepada pengungsi, meski masih ada persoalan keterbatasan kendaraan untuk mengangkut penyaluran logistik.
BNPB sendiri telah membagikan 300 unit tenda pengungsi, namun belum semua pengungsi memperoleh tenda, kata Sutopo. Sekitar 20 dapur umum telah didirikan oleh berbagai pihak, dengan kemampuan produksi 19.900 nasi bungkus per hari.
Permasalahan lain yang masih ditemui di lapangan, menurut Sutopo, adalah terbatasnya tendon, air bersih, MCK portable, sanitasi, dan listrik yang belum menyala di beberapa kecamatan.
Patroli yang terus ditingkatkan oleh Polri berhasil menurunkan jumlah kriminalitas hingga 70 persen.
Di sektor pendidikan, tukas Sutopo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan pendataan, mendistribusikan bantuan, kampanye kembali ke sekolah, bantuan sosial tanggap darurat untuk sekolah yang rusak, dan menyusun rencana bantuan untuk memulihkan kerusakan dan belajar mengajar di NTB dan Bali. Total rencana bantuan dari Kemendikbud sebesar Rp229.248.159.000.
Hingga saat ini, lanjut Sutopo, gempa susulan masih sering terjadi namun dengan intensitas kecil. Diperkirakan gempa susulan masih akan terjadi hingga empat pekan ke depan.