21 Juli 2017•Update: 22 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Seorang warga tewas dan empat lainnya luka-luka setelah menjadi korban insiden ledakan yang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau Kamis lalu. Kejadian yang mengenaskan itu terjadi disela-sela latihan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
TNI AU menyampaikan permohonan maaf atas insiden ledakan tersebut dan menyebutkan bahwa pihaknya dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden tadi.
“TNI AU menyatakan keprihatinannya atas kejadian ledakan dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga masyarakat yang terkena ledakan,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya di Jakarta melalui penyataan persnya Kamis.
Meski demikian, TNI AU belum memastikan apakah ledakan tersebut berasal dari amunisi atau bukan.
“TNI AU merasa bertanggung jawab ikut melakukan penyelidikan lantaran pada pagi harinya di sekitar kawasan Bandara Tuanku Tambusai sedang dilaksanakan pelatihan Korpaskhas sandi Trisula Perkasa,” jelasnya.
Latihan Paskhas tersebut dialksanakan operasi “serangan fajar” dengan menggunakan peluru tajam termasuk amunisi dan ledakan granat kejut. Saat ini seluruh pasukan Paskhas yang terlibat dalam latihan sudah ditarik dari tempat latihan yang berjarak kurang lebih 6 km dari Dusun karya Bakti.
“Latihan dimulai jam 06.00 waktu setempat hingga pukul 09.00,” tambahnya.
TNI AU pun memastikan akan menanggung seluruh biaya bagi korban luka ataupun meninggal.