16 Desember 2018•Update: 17 Desember 2018
Nazli Yuzbasioglu
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Sabtu, mengecam sanksi terhadap Qatar dan memuji ekonomi kuat negara kecil itu.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela Forum Doha ke-18, Cavusoglu mengatakan Qatar menjadi lebih mandiri setiap hari dengan melakukan upaya untuk mendiversifikasi ekonominya.
“Ekonomi Qatar telah berkembang. Qatar semakin kuat," kata sang menteri luar negeri, menyebut situasi ekonomi negara saat itu sebagai sebuah krisis buatan.
Cavusoglu mengatakan sanksi yang menargetkan negara itu tidak dapat diterima.
"Apa pun masalahnya, kami menentang segala jenis sanksi," ujarnya.
"Saya berharap masalah ini akan diselesaikan secepat mungkin," tambah Cavusoglu
Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan semua hubungan diplomatik mereka dengan Qatar pada 5 Juni 2017 dan menuduh Doha mendukung terorisme.
Selain memaksakan blokade ke negara semenanjung kecil itu, kelompok yang dipimpin oleh Arab Saudi juga merilis daftar 13 poin tuntutan, yang mengharuskan Qatar untuk menutuskan hubungannya dengan Iran dan menutup jaringan televisi Al-Jazeera.
Setelah mengumumkan akan meninggalkan organisasi minyak terbesar di dunia, Qatar telah menjadi negara Arab pertama yang melakukannya sejak OPEC didirikan pada 1960.
Qatar telah bergabung dengan organisasi tersebut sejak satu tahun setelah didirikan.