27 September 2017•Update: 27 September 2017
Gokhan Yıldız
ANKARA
Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci menilai bahwa perusahaan Turki merupakan peluang besar bagi Uni Eropa (UE).
Saat berbicara pada acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Jerman-Turki, Zeybekci mengatakan bahwa dia melihat Perbaruan UE dan Serikat Pabean adalah penting bagi semua negara anggota UE.
Zeybekci mengatakan bahwa Turki akan membuka fase baru terhadap atmosfir ekonomi, industri dan perdagangan di UE dan menekankan bahwa Turki akan membuka wilayah Kafkasya, Asia Tengah, Timur Tengah, Negara Teluk, dan Afrika bagi UE.
Zeybekci mengatakan UE dan Turki bukanlah saingan,
“Uni Eropa dan Turki adalah dua bagian besar yang saling melengkapi satu sama lain. Saat ini, bahkan di negara-negara yang tidak bisa di datangi oleh perusahaan negara anggota UE terdapat perusahaan-perusahaan Turki. Dalam sektor kontruksi, Turki peringkat dua di dunia. Jika anda pergi ke hutan Afrika yang tidak berpenghuni Anda bisa melihat perusahaan-perusahaan Turki disana. Saat ini, perusahaan-perusahaan Turki juga memasok barang-barang untuk memenuhi kebutuhan di Suriah, di mana tragedi kemanusiaan yang benar-benar mengiris hati” kata Zeybekci.
Mitra dagang penting
Perusahaan-perusahaan Turki, yang memiliki kemampuan untuk melakukan bisnis ini dari Irak hingga Afghanistan di seluruh dunia, adalah peluang besar bagi UE.
Turki adalah mitra dagang yang sangat penting bagi Uni Eropa. Tidak ada apa pun di dunia ini yang tidak berdasarkan pada manfaat. Semua hubungan berdasarkan pada manfaat dan hubungan yang bisa memaksimalkan manfaat satu sama lain akan kuat dan berumur panjang.
Serikat Pabean harus diperbarui dalam kondisi tersebut; Volume perdagangan luar negeri yang 160 miliar dolar akan menjadi 200 miliar dolar dalam 1,5 tahun dan menjadi 300 miliar dolar dalam 5 tahun. Ini adalah proses yang menguntungkan kedua belah pihak
Jerman mitra dagang terbesar
Zeybekci mengatakan bahwa Jerman adalah mitra dagang terbesar bagi Turki dengan nilai perdagangan antara kedua negara mencapai 40 miliar dolar.
“Sekitar 8 ribu perusahaan Jerman memiliki investasi dan produksi di Turki. Terlepas dari perdagangan internasional, juga terdapat banyak perusahaan Jerman yang melakukan investasi dan memproduksi di Turki, begitu juga perusahaan Turki di Jerman. Seharusnya Turki dan Jerman menjadi sekutu yang sangat kuat. Dan saya pikir ini akan mengarah kesana dalam periode ini” kata Zeybekci.
Zeybeki menunjukkan jika pihak yang akan paling diuntungkan dari perbaruan Serikat Pabean adalah Jerman.
“Ketika melihat studi evaluasi dampak perbaruan kita, Jerman adalah di urutan teratas negara yang diuntungkan,” tambah Zeybekci.