17 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan gabungan Angkatan Laut (AL) sejak Senin, untuk berjaga-jaga dari kemungkinan provokasi nuklir Korea Utara.
Latihan gabungan ini akan digelar hingga Jumat meskipun berisiko akan memprovokasi Korea Utara yang seringkali menggunakan latihan gabungan sebagai dalih untuk uji coba rudal balistiknya, walaupun Pyongyang telah dilarang PBB akan kepemilikan teknologi senjata tersebut.
Menurut Kantor Berita Yonhap, latihan tersebut melibatkan kapal induk USS Ronald Reagan dan kapal selam bertenaga nuklir milik pasukan khusus AS.
Di lokasi lain, jet tempur F-22 Raptor yang berbasis di Alaska terbang melintasi Semenanjung Korea untuk latihan penerbangan jelang Seoul International Aerospace and Defense Exhibition yang akan dimulai pada Selasa.
"Kami berada di sini untuk mendukung penuh sekutu kami dengan membawa F22 Raptor dan menunjukkan kemampuan pesawat terbang kami yang unggul dari pesawat lainnya ," kata Mayor Dan Dickinson, komandan Tim Demo F-22 Angkatan Udara AS seperti dilansir oleh Yonhap.
AS juga tengah mempersiapkan demonstrasi jet tempur F-35A untuk pertama kalinya di Korea Selatan.
Selain itu, pesawat pengebom B-1B Lancer juga akan dipamerkan - model yang sama dengan pesawat yang terbang mendekati Korea Utara bulan lalu, untuk memprovokasi ancaman Pyongyang yang ingin menembak jatuh pesawat AS.