Megiza Soeharto Asmail
15 Januari 2018•Update: 16 Januari 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menilai pengaruh radikalisme atau ekstrimisme akan terus dilakukan melalui aksi-aksi yang terorganisir di Indonesia, meski beberapa organisasi masyarakat telah dibubarkan setelah diduga terkait dengan aliran radikal.
KPI menyebut perempuan sebagai target utama dan termudah untuk dipengaruhi paham-paham radikalisme.
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari mengatakan perempuan terbilang mudah disusupi paham dan pelaku radikal.
“Perempuan sangat rentan menjadi korban kaum radikalis atau ekstrimis karena tidak memiliki informasi yang tepat dan lengkap tentang paham dan pelaku radikalisme, sehingga kurang kewaspadaan dan tidak tahu tempat berkonsultasi,” kata Dian dalam diskusi di Jakarta, Senin.
KPI, imbuh Dian, pemerintah baik kepolisian ataupun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak dapat sendirian mengatasi penyebaran paham radikalisme atau ekstrimisme yang sudah menjangkau individu dan rumah tangga itu sendirian.
Karenanya, KPI merekomendasikan tiga hal penting pemberdayaan perempuan yang dapat dilakukan oleh pemerintah ataupun lembaga terkait untuk melakukan literasi tentang paham dan actor, beserta ciri-ciri radikalisme.
Kemudian, mengasah kemampuan untuk melakukan deteksi dini terhadap paham dan tindakan radikalisme dan ekstrimisme.
“Ketiga adalah jalur konsultasi dan pengaduan jika perempuan sudah paham dan tindakan radikalisme ataupun ekstrimisme,” kata Dian.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Profesor Siti Musdah Mulia menambahkan salah satu pencegahan penyebaran paham radikal pada kaum perempuan adalah dengan mengajak kaum perempuan berani melapor jika mendengar doktrin yang bertentangan di lingkungannya.
“Misalnya, dalam kelompok-kelompok pengajian, apakah ada indoktrinasi yang bertentangan. Itu bisa dilaporkan. Kita tidak boleh membiarkan pemerintah diam. Selain itu, organisasi perempuan di Indonesia harus membuat jejaring yang juga solid,” tutur dia.