Erric Permana
25 Agustus 2017•Update: 26 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Operasi gabungan antara Amerika Serikat (AS), Singapura, Malaysia dan Indonesia yang melakukan pencarian terhadap 10 anggota marinir AS yang hilang pasca tabrakan kapal antara Kapal USS John S McCain dengan Kapal Tanker Alnic MC sudah resmi dihentikan.
Menurut Direktur Operasi Basarnas (Dirops) Brigjen Ivan Ahmad Riski Titus, Singapura sebagai SMC (Search Mission Coordinator) telah mengirimkan pemberitahuan kepada Indonesia bahwa operasi gabungan tersebut telah dihentikan. Meski demikian, kata dia Indonesia tetap siaga jika diminta bantuan kembali untuk melakukan pencarian.
“Tadi malam jam 21.00 WIB kami terima email dari MRCC Singapura bahwa misi gabungan ini dihentikan. Kami kurang tahu apa karena sudah 4 hari dianggap tidak efektif jadi pencarian dihentikan,” ujar Ivan kepada Anadolu Agency di Jakarta, Jumat.
Hingga kini kata dia, 10 orang korban yang merupakan anggota marinir AS belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Indonesia kata Ivan, telah mengerahkan 5 kapal dan 2 pesawat dari TNI AL serta Basarnas untuk melakukan pencarian di sekitar perbatasan Indonesia – Malaysia dan Indonesia – Singapura, namun tidak membuahkan hasil.
“MRCC Singapore memberikan 12 titik yang harus kita periksa, yaitu di perairan Indonesia tepantau dekat dengan Pulau Bintan tapi kita tidak temukan. Termasuk juga di Pantai Utara Pulau Bintan,” jelas Ivan
Kapal perang milik Amerika Serikat (AS) USS John S. McCain dikabarkan mengalami kecelakaan di Selat Malaka. Berdasarkan website Militer Amerika Serikat www.c7f.navy.mil kapal perang tersebut menabrak kapal tanker Alnic MC saat menuju wilayah Singapura dan Selat Malaka tanggal 20 Agustus silam.
“10 orang hilang dan 5 orang terluka,” demikian statemen dalam rilis website tersebut.
Menurut informasi USS John McCain berupa kapal destroyer Arleigh-Burke-class yang jadi bagian dari Armada ke-7 Angkatan Laut AS. Kapal itu biasanya berlabuh di Yokosuka Jepang.