Erric Permana
20 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah memastikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat tidak lagi mendapat sanksi dari Amerika Serikat (AS).
Hal ini menanggapi pernyataan Duta Besar AS Joseph Donovan yang menyatakan pemerintahnya mengeluarkan kebijakan baru yakni membuka kembali latihan bersama antara Kopassus dan Militer AS.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan rencana latihan pemberantasan terorisme bersama antara Kopassus dan Militer AS telah dibicarakan sejak lama.
"Ya, enggak ada [sanksi dari AS terhadap Kopassus]," ujar Menteri Wiranto saat ditanya Anadolu Agency pada Selasa di Jakarta.
Rencana latihan bersama itu, kata dia, sudah dibicarakan sejak sebulan lalu dengan Utusan Khusus dari negeri Paman Sam tersebut.
Sebelumnya, saat bertemu dengan Kepala Staf Presiden Moeldoko, Donovan menyampaikan kebijakan latihan bersama memberantas terorisme dengan militer AS.
"Mungkin akan bisa dimulai dengan Detasemen 81 Kopassus,” ujar Donovan.
Isu adanya sanksi terhadap Kopassus ini muncul dari pernyataan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat bertemu dengan Menteri Pertahanan AS James Mattis di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ryamizard meminta Mattis untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Kopassus. Sanksi itu mulai dari tidak adanya latihan bersama dan Kopassus dilarang ke AS.