Yusuf Ozcan
05 Desember 2017•Update: 06 Desember 2017
Yusuf Ozcan
ANKARA
Perusahaan semen Prancis-Swiss LafargeHolcim telat keluar dari Suriah dan melakukan "beberapa kesalahan", kata ketua dewan perusaahan itu dalam sebuah wawancara dengan koran Prancis.
Kepada Le Figaro, Beat Hess mengatakan mereka melakukan "kesalahan besar" yang disesalkan semua pihak.
Perusahaan itu telat menarik diri dari Suriah dan seharusnya angkat kaki lebih cepat, tambah Hess, dalam wawancara yang dirilis pada Minggu.
Pengakuannya itu muncul menyusul tuntutan terhadap tiga petinggi LafargeHolcim yang diduga bersalah mendanai Daesh secara tidak langsung.
Mereka dituduh membayar kelompok teroris itu agar tidak menganggu salah satu pabrik semen mereka di utara Suriah.