Shenny Fierdha
04 September 2017•Update: 05 September 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pelemparan bom molotov di Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, pada Minggu dini hari pukul 03.00 WIB merupakan kejahatan serius, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul.
"Ini kejahatan serius, Kedubes itu kan representasi negara," tegas Martin saat ditemui hari ini di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Sejauh ini Polri tengah memeriksa 6 orang saksi terkait peristiwa tersebut. Namun Martinus enggan memerinci identitas mereka.
"Kita masih lakukan penyelidikan dan akan menangkap pelakunya," tegas Martin.
Kronologisnya, Bripka Tafsiful melihat api di teras belakang lantai 2 Kedubes saat sedang berpatroli. Bersama kedua rekannya, Tafsiful bergegas memadamkan api, lantas menemukan pecahan botol bir beserta sumbunya.
Pelaku diduga memakai mobil Avanza dan melarikan diri ke arah Jl Imam Bonjol. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini Polri masih mendalami kejadian ini lebih lanjut.
Myanmar menjadi sorotan dunia internasional akibat krisis kemanusiaan yang menimpa kaum Rohingya.
Presiden Indonesia Joko Widodo mengecam keras aksi kekerasan ini. Presiden telah mengirim Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mendiskusikan masalah ini dengan pemerintah setempat di Myanmar.