Shenny Fierdha Chumaira
02 Januari 2018•Update: 03 Januari 2018
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Polisi menemukan sejumlah baut dari hasil olah tempat kejadian perkara di Markas Kepolisian Sektor Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga bom dan dilempar orang tak dikenal pada Senin malam.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesi Inspektur Jenderal Setyo Wasisto pada mengatakan bahwa sejumlah baut yang ditemukan di lokasi tersebut merupakan bagian dari benda diduga bom yang berfungsi sebagai peluru.
Setyo menjelaskan bahwa benda diduga bom tersebut terbuat dari serbuk petasan dan baut yang dimasukkan ke dalam pipa paralon dan ketika meledak, baut-baut tersebut akan melesat dan menyerang layaknya peluru.
"Itu [benda diduga bom] buatan sendiri. Tapi saya tidak berwenang untuk menentukan apakah itu bom atau bukan tapi yang pasti di sana ditemukannya seperti itu," kata Setyo di Jakarta, Senin.
Setyo mengatakan bahwa sampai saat ini polisi masih menyelidiki hasil laboratorium forensik dari olah tempat kejadian perkara (TKP) sambil mencari pelakunya.
Namun Setyo menolak mengatakan jika penyerangan tersebut terkait dengan aksi terorisme.
"Terlalu jauh kalau kita kaitkan dengan aksi terorisme sebab masih perlu kita dalami untuk mengetahui motifnya," tukas Setyo.
Meski demikian, Setyo memastikan bahwa kondisi Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala Komisaris Rafiuddin dan anggota Polsek Bontoala Brigadir Junisyam yang terkena ledakan berangsur membaik sebab hanya luka ringan
Rafiuddin terluka ringan di lengan dan Junisyam terluka ringan di paha.
Mereka mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sulawesi Selatan.
Pada Senin malam sekitar pukul 03.00 WITA, Markas Polsek Bontoala dilempar benda diduga bom oleh dua orang tak dikenal.