Hajer M'tiri
14 Juni 2018•Update: 14 Juni 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Prancis menyerukan "solusi politik yang dirundingkan" bagi Yaman, termasuk di pelabuhan strategis Al-Hudaydah yang dikuasai oleh pemberontak Houthi, kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu.
Pasukan koalisi pimpinan Saudi pada Rabu melancarkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali pelabuhan Al-Hudaydah dari Houthi.
Pelabuhan Al-Hudaydah adalah jalur utama bagi pasokan bantuan kemanusiaan ke Yaman.
Yaman telah menderita krisis ekonomi sejak tahun 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sanaa.
"Prancis menegaskan bahwa hanya solusi politik yang dirundingkan yang dapat mengakhiri perang dan situasi keamanan yang memburuk di Yaman," tegas kementerian.
"Al-Hudaydah adalah salah satu pintu gerbang utama untuk kiriman barang-barang komersial dan kemanusiaan ke penduduk sipil Yaman," tambah pernyataan itu.
Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan bahwa sebuah konferensi kemanusiaan Yaman pada 27 Juni di Paris akan tetap digelar meskipun sejumlah LSM, termasuk Action Contre La Faim (ACF), mendesak untuk dibatalkan.
Menurut LSM tersebut, Prancis sebagai pemasok utama senjata ke Arab Saudi seharusnya "tidak terus-menerus mendukung pihak yang menyerang Al-Hudaydah".
Konflik di Yaman meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab nya melancarakan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk mengalahkan Houthi.
Konflik berkepanjangan itu telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, sehingga PBB menggambarkan situasi di Yaman sebagai salah satu "bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".