Megiza Soeharto Asmail
11 November 2018•Update: 11 November 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Presiden Irak, Barham Salih, menuju ke Kuwait pada hari Minggu sebagai bagian dari tur Teluk pertamanya sejak resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Irak pada bulan lalu, menurut pernyataan presiden.
Tur ini dijadwalkan juga mencakup Uni Emirat Arab (UEA). Kepresidenan Irak mengatakan pada Sabtu, kunjungan itu bertujuan untuk membangun kebersamaan yang baik, ekonomi, integrasi pembangunan dan kemajuan budaya bersama untuk melayani rakyat di wilayah tersebut.
Selama kunjungannya, presiden Irak akan membahas cara meningkatkan hubungan bilateral untuk membangun hubungan yang kuat dengan tetangga Arab dan Teluk Irak, kata pernyataan itu.
Sejak jatuhnya rezim Irak sebelumnya pada tahun 2003, negara-negara Teluk telah mempertahankan hubungan yang hati-hati dengan Baghdad karena hubungannya yang dekat dengan Iran.
Irak mencari dukungan untuk merekonstruksi negara, terutama wilayah yang dipengaruhi oleh perang melawan kelompok teroris Daesh antara 2014 dan 2017.
Di bawah rezim mantan Saddam Hussein, Irak telah menyerang Kuwait pada tahun 1990 sebelum dipaksa keluar oleh koalisi internasional yang dipimpin AS.