Erric Permana
18 September 2017•Update: 19 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo menilai film Penghianatan Gerakan 30 September (G30S/PKI) yang dIbuat pada masa pemerintahan orde baru perlu dibuatkan versi terbarunya.
Ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo terkait adanya ajakan kepada masyarakat untuk menonton bersama film G30S oleh TNI.
Menurut Joko Widodo, film versi baru tersebut diharapkan bisa dimengerti anak-anak muda sehingga mereka mengerti bahaya gerakan komunisme.
"Ya akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi generasi milenial," ujar Presiden Joko Widodo di Magelang, Jawa Tengah, Senin.
Selain itu juga dengan adanya film versi terbaru tersebut anak muda bisa mengenal Partai Komunis Indonesia yang dianggap berbahaya dan dilarang oleh negara.
Penghianatan G30S/PKI merupakan film docudrama kontroversial yang dibuat tahun 1984. Mengisahkan sejarah berdarah 30 September 1965, dimana enam orang jenderal diculik dan dibunuh oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang akan melakukan kudeta di Indonesia.
Selama masa pemerintahan orde baru, film Penghianatan G30S/PKI ini wajib ditonton siswa sekolah setiap tahunnya untuk mengingatkan kekejaman PKI.
Film yang dianggap bagian dari propaganda orde baru ini ini dibuat selama dua tahun dengan budget Rp800 juta.