Shenny Fierdha Chumaira
01 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni sebagai momen untuk mengingat dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.
Menurut presiden yang akrab disapa "Jokowi" tersebut, adalah tugas dan tanggung jawab semua warga negara Indonesia untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan, hati, dan pikiran.
"Selama 73 tahun [Indonesia merdeka], Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bineka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi dalam pidatonya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Jumat.
Mengingat kemajemukan Indonesia yang terdiri dari 714 suku, 1.100 bahasa daerah, dan 17.000 pulau, dia menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan yang merupakan pilar utama dalam berbangsa dan bernegara.
"Kita harus terus-menerus bersatu memperkukuh semangat Bineka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar, dan bangsa pemimpin," ucap Jokowi.
Dia juga menilai bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi ajang bagi segenap bangsa untuk meneguhkan semangat dalam bersatu, berbagi, dan berprestasi di berbagai bidang, tak terkecuali dalam kompetisi internasional Asian Games dan Asian Para Games mendatang.
Jokowi mengaku yakin bahwa semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet Indonesia.
"Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus memperkukuh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan," imbau dia.
Terakhir, tak lupa dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendiri bangsa terdahulu yang telah menciptakan dan mewariskan Pancasila untuk negara.
Pancasila pertama kali diuraikan oleh presiden pertama Indonesia Soekarno pada 1 Juni 1945 lalu dituangkan dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni dan baru dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945.