Rıskı Ramadhan
16 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Sinan Uslu
ANKARA
Angkatan Bersenjata Turki telah menyebarkan pesan melalui udara untuk warga sipil di Afrin dalam bahasa Kurdi dan bahasa Arab, kata militer Turki pada Jumat.
Pesan tersebut menyerukan agar masyarakat tidak mengizinkan para teroris menggunakan mereka sebagai tameng dan meminta warga untuk tidak mendekati para teroris, posisi dan tempat penampungan parra teroris.
Pesan tersebut disebarkan dalam lingkup Operasi Ranting Zaitun yang diluncurkan pada 20 Januari lalu.
"Organisasi teroris PKK/PYD/YPG/DAESH telah bertahun-bertahun memberikan Anda kerugian material dan moral. Mereka menjauhkan Anda dari rumah, tanah asal, dan orang yang Anda cintai. Inilah saatnya untuk mengatakan ’berhenti kepada teroris’,” tulis pesan yang juga dibagikan dalam akun sosial media Angkatan Bersenjata Turki pada Jumat.
Pesan tersebut juga menekankan bahwa satu-satunya target dalam operasi tersebut adalah teroris.
“Untuk yang ingin meninggalkan Afrin, mereka akan berada di bawah jaminan Angkatan Bersenjata Turki. Untuk yang terpaksa memegang senjata, lepaskan senjata dan kembali ke rumah kalian,” tambah pesan tersebut.
Sementara itu, dalam sebuah pesan lain, Angkatan Bersenjata Turki menyerukan para teroris untuk menyerahkan diri.
Pesan tersebut dimulai dengan kalimat, “Bagi mereka yang berada dalam organisasi teroris.”
“Angkatan bersenjata Turki berada di Afrin untuk membawa perdamaian, ketenangan dan kepercayaan. Jangan percaya dan terbawa dengan mereka yang membuat janji-janji kosong,” kata pesan tersebut.
Pemimpin teroris YPG/PKK telah "melarikan diri dari Afrin dan menjalani kehidupan yang baik di tempat lain. Mohon jauhkan diri dari organisasi teror yang berdarah. Percayalah pada keadilan Turki, raih tangan kami. Percayalah pada Angkatan Bersenjata Turki. Menyerahlah. Masa depan yang tenang dan damai di Afrin menanti Anda," tambah pesan itu.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.