31 Juli 2017•Update: 01 Agustus 2017
Goksel Yildrim
ANKARA
Transportasi udara tanpa awak buatan Turki yang dilengkapi dengan sistem amunisi pintar terbaru, sukses diuji coba, Minggu.
Sistem amunisi pintar yang dimuat ke dalam drone bersenjata Bayraktar TB2 ini mampu memukul sasaran sejauh 8 kilometer, kata seorang pejabat perusahaan Istanbul Baykar Makina.
Drone yang merupakan inventaris Angkatan Bersenjata Turki, gendarmerie, dan kepolisian sejak 2014 ini mampu terbang selama 20.000 jam penerbangan. Dalam setiap operasi serangan, drone-drone tersebut mampu terbang hingga 27 jam, dan dapat dapat digunakan dalam operasi domestik maupun mancanegara.
Drone, perangkat lunak, desain aerodinamika, dan sub-sistem telah dikembangkan dan diproduksi oleh Turki. Sistem amunisi pintar MAM-L yang dimuat ke dalam drone telah dikembangkan oleh produsen rudal Turki Roketsan.
Turki merupakan salah satu negara yang mampu menciptakan teknologi drone secara mandiri.