Sibel Ugurlu
27 Mei 2018•Update: 28 Mei 2018
Sibel Ugurlu
ANKARA
Turki pada hari Sabtu menyatakan mengutuk Jerman karena membiarkan demonstrasi pendukung PKK dan menggambarkan langkah itu sebagai "kemunafikan."
"Pendekatan yang munafik ini sangat kami kutuk karena tidak selaras dengan demokrasi, perang melawan terorisme dan dengan antisipasi normalisasi dalam hubungan Turki-Jerman," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan tertulis.
Mengingat larangan Jerman terhadap politisi Turki, yang ingin melakukan demonstrasi menjelang pemilihan parlemen dan presiden pada 24 Juni, kementerian itu mengatakan aturan tersebut perlu diterapkan pada semua partai politik.
Pada bulan April, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan politisi Turki untuk melakukan kampanye pemilihan umum.
Oposisi Turki, HDP, yang dituduh pemerintah sebagai front politik untuk PKK, menggelar unjuk rasa di kota Cologne, Jerman, Sabtu.
Terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa, PKK telah melancarkan kampanye teror yang luas terhadap negara Turki sejak pertengahan 1980-an, di mana diperkirakan 40ribu orang telah tewas akibat mereka.
Otoritas Jerman telah diperingatkan tentang aksi pemilihan umum partai politik Turki di kota Cologne Jerman, kata kementerian itu.
"Terlepas dari semua ini, tidak ada penjelasan yang jelas dan dapat diterima bagi Jerman untuk memungkinkan aksi seperti itu hari ini. Membiarkan reli dengan partisipasi dari organisasi teroris, ekstensi PKK di Jerman menjadi contoh terbaru dari sebuah standar ganda," kata kementerian itu.
Larangan hanya berlaku untuk Partai AK
Pada hari Jumat, Mustafa Yeneroglu, anggota parlemen senior Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di Turki, menuding adanya standar ganda Jerman dan mengatakan: "sementara semua elemen yang menjadi ancaman bagi Turki diizinkan untuk melakukan semua jenis kegiatan di Jerman, namun yang disebut-sebut larangan kampanye pemilu itu hanya diberlakukan terhadap Partai AK."
Yeneroglu mengatakan Turki telah memperingatkan Jerman tentang kampanye yang baru-baru ini terjadi di negara itu.
"Kami telah memperingatkan mereka bahwa mereka harus mematuhi prinsip-prinsip supremasi hukum dan menerapkan aturan yang mereka tetapkan sendiri," kata Yeneroglu.
"Kami mengamati bahwa tidak ada yang peduli tentang itu. Para anggota parlemen HDP akan melanjutkan program mereka yang diselenggarakan oleh PKK di seluruh Jerman," katanya.
Dalam aksinya, hampir seribu pendukung PKK berkumpul di lapangan Neumarkt di Cologne, menurut seorang juru bicara polisi Jerman kepada Anadolu Agency.
Polisi setempat memang tidak mengizinkan simbol dan spanduk PKK dipampang selama aksi. Namun, kelompok tersebut meneriakkan slogan-slogan melawan Turki dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
PKK sebenarnya telah dilarang di Jerman sejak 1993, namun tetap aktif, dengan hampir 14ribu pengikut di negara itu.
Ankara sudah sejak lama mengkritik Berlin karena tidak mengambil langkah-langkah serius terhadap PKK, yang menggunakan Jerman sebagai tempat untuk kegiatan penggalangan dana, rekrutmen, dan propaganda mereka.