28 Desember 2017•Update: 28 Desember 2017
N'DJAMENA, Chad
Turki akan terus mendukung pemerintahan Tunisia yang sah, kata juru bicara presiden Turki Ibrahim Kalin menjelang kunjungan resmi ke Tunisia pada hari Rabu.
"Kami bersama pemerintah Tunisia yang sah. Kami akan terus mengingkatkan semua jenis hubungan bilateral," kata Ibrahim Kalin kepada Anadolu Agency.
Dalam kunjungan ketiga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Tunisia, Kalin mengatakan bahwa mereka akan membahas hubungan bilateral ekonomi, pariwisata, pertanian, pertahanan, industri, dan energi.
"Kestabilan masa depan dan perkembangan ekonomi Tunisia sangat penting bagi kita, karena setelah Revolusi Jasmine, rakyat Tunisia mengalami kesulitan ekonomi," kata Kalin.
Jubir Kepresidenan Turki Kalin mengatakan bahwa Turki telah memberikan hibah dan bantuan yang cukup besar kepada pasukan keamanan Tunisia dalam lima tahun terakhir dalam bentuk penyediaan peralatan tempur dan pelatihan. "Kebijakan seperti ini akan terus berlanjut," tambah dia.
Erdogan dan beberapa pejabat pemerintahan yang menyertainya telah tiba di Tunisia pada hari Rabu pagi, mereka disambut dengan upacara penyambutan resmi. Kunjungan selama satu hari itu bertujuan untuk memperdalam hubungan bilateral.
Tunisia adalah negara ketiga dan terakhir yang dikunjungi Erdogan dalam kunjungannya ke Afrika setelah Sudan dan Chad.
Kunjungan Erdogan didampingi sejumlah delegasi, termasuk istrinya, Emine Erdogan, Kepala Staf Umum Hulusi Akar, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Berat Albayrak, Menteri Pertanian Ahmet Esref Fakibaba, Menteri Budaya dan Pariwisata Numan Kurtulmus, Menteri Keuangan Naci Agbal, Menteri Pendidikan Ismet Yilmaz, Menteri Pertahanan Nurettin Canikli, dan Menteri Komunikasi Ahmet Arslan.
Selama kunjungan ke Tunisia, Erdogan dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, kemudian akan ada konferensi pers gabungan.