Astudestra Ajengrastrı
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Ankara dan Bucharest sepakat meningkatkan volume perdagangan hingga USD10 miliar, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin.
"Kami mengharapkan penambahan volume perdagangan bilateral tahun ini, yang pada 2017 berada di angka sekitar USD6 miliar. Dalam dialog bilateral, kami setuju meningkatkan angka ini menjadi USD10 miliar," kata Erdogan dalam konferensi pers gabungan dengan Perdana Menteri Rumania Viorica Dancila di Kompleks Kepresidenan di Ibu Kota Ankara.
Erdogan berkata lebih dari 15.000 perusahaan Turki beroperasi aktif di Rumania di bermacam area, dari perbankan hingga media dan konstruksi hingga manufaktur.
"Kami akan terus mendukung investasi pebisnis kami di Rumania," tambah dia.
Erdogan juga meminta pebisnis dari Rumania untuk berinvestasi di Turki.
Dancila juga menyatakan bahwa Rumania dan Turki memiliki potensi besar, dan kedua negara telah melakukan kerja sama di sejumlah area seperti pertahanan, perdagangan, pendidikan dan kebudayaan.
Erdogan menekankan, hubungan Turki-Rumania telah ditingkatkan ke level strategis pada 2011, yang oleh Dancila ditambahkan bahwa hubungan strategis kedua negara "sangat kuat".
Erdogan menyatakan Turki mengharapkan Rumania terus terlibat dalam kerja sama melawan organisasi-organisasi teroris.
"Kami tidak akan melupakan solidaritas Rumania terhadap negara kami setelah usaha kudeta FETO pada 15 Juli," ujar Presiden.
Erdogan berkata Ankara terus melakukan kontak dengan pejabat-pejabat di Rumania untuk mengambil tindakan yang diperlukan melawan orang-orang dan institusi-institusi yang terkait FETO.
FETO dan pemimpinnya yang kini tinggal di AS, Fetullah Gulen, dituduh menjadi otak di belakang kudeta yang berhasil digagalkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
Erdogan berkata Rumania yang akan menjadi presiden Dewan Uni Eropa pada periode 1 Januari 2019, menciptakan kesempatan penting bagi hubungan kedua negara.
Dia menambahkan Turki akan melanjutkan hubungan dekat dengan UE di bawah kepemimpinan Rumania di paruh tahun pertama 2019.
Dancila menyatakan Rumania akan terus mendukung usaha Turki untuk bergabung dengan UE.