Erric Permana
28 Oktober 2018•Update: 29 Oktober 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Turki memastikan tidak akan membiarkan adanya ancaman yang bisa memecah belah negara tersebut, ujar Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Minggu.
"Turki tidak akan mengizinkan adanya ancaman yang berada di dekat perbatasan kami dalam bentuk apa pun," ujar Akar saat memberikan pernyataannya pada peringatan hari Republik Turki, ke 95 yang dirayakan pada 29 Oktober sejak 1923 silam.
Akar menegaskan Turki akan melanjutkan perjuangannya melawan kelompok-kelompok teror, khususnya FETO - kelompok di balik kudeta yang dikalahkan pada tahun 2016 - serta para teroris PKK dan segala kelompok yang berkaitan yakni PYD dan YPG, dan Daesh.
"Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai teroris terakhir dilumpuhkan."
"Republik Turki percaya pada solusi damai, permanen, dan adil serta tidak bersikap acuh pada penderitaan rakyat, dan ketegangan serta konflik di sekitarnya," kata dia.
Proklamasi resmi Republik Turki dilakukan oleh Mustafa Kemal Ataturk yang berlangsung pada 29 Oktober 1923.
Pemungutan suara kemudian berlangsung di Majelis Nasional dan Ataturk, seorang negarawan revolusioner, terpilih sebagai presiden pertama Republik Turki dengan suara bulat.