Şeyma Erkul Dayanç
13 Mei 2026•Update: 14 Mei 2026
Pemerintah Prancis menyatakan cadangan masker strategis nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sedikitnya selama tiga bulan jika terjadi wabah penyakit, di tengah kekhawatiran publik terkait hantavirus.
Harian Le Figaro pada Rabu melaporkan kantor Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyebut stok masker negara “cukup untuk melindungi negara selama minimal tiga bulan apabila terjadi gelombang epidemi.”
Pemerintah juga mengatakan jumlah stok tersebut melebihi target yang ditetapkan setelah pandemi COVID-19.
Menurut kantor Perdana Menteri Prancis, cadangan tambahan milik rumah sakit, perusahaan, dan otoritas lokal dapat memperpanjang kapasitas perlindungan hingga beberapa pekan lagi.
Otoritas Prancis turut menyebut kapasitas produksi masker domestik diperkirakan mencapai antara 2,6 miliar hingga 3,5 miliar masker per tahun.
Pemerintah menilai kapasitas tersebut cukup untuk menghadapi pandemi dengan skala serupa COVID-19.
“Kapasitas ini juga dapat ditingkatkan jika diperlukan,” demikian pernyataan Matignon, kantor resmi Perdana Menteri Prancis.
Pernyataan pemerintah itu disampaikan saat otoritas berupaya menenangkan masyarakat setelah muncul kekhawatiran terkait laporan kasus hantavirus, sambil menegaskan belum ada wabah yang tercatat di Prancis.
Matignon juga menekankan hantavirus jauh lebih tidak menular dibandingkan COVID-19 dan sejauh ini baru satu kasus teridentifikasi di negara tersebut.
Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya, meski beberapa jenis virus dapat menular antarmanusia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian akibat hantavirus dapat mencapai 40 hingga 50 persen dan paling berbahaya bagi lansia serta individu dengan penyakit bawaan.