Nicky Aulia Widadio
10 Maret 2020•Update: 11 Maret 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengumumkan delapan kasus baru Coronavirus Desease (Covid-19) pada Selasa.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan dengan penambahan itu, maka ada total 27 kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi hingga saat ini.
Pasien baru Covid-19 itu terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan enam warga negara Indonesia (WNI).
Satu kasus di antaranya, yakni kasus ke-27, belum diketahui sumber penularannya dan yang bersangkutan juga tidak memiliki riwayat ke luar negeri.
Yuri menduga kasus ke-27 ini merupakan kasus yang menyebar secara lokal (locally transmitted).
“Sedang kami tracing darimana sumbernya karena bukan impor dan tidak jelas bagian dari klaster yang lain. Sementara belum jelas, mungkin nanti bisa kita temukan,” kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan hasil penelitian di Litbangkes Kementerian Kesehatan, kasus ke-20 merupakan seorang perempuan 70 tahun yang ditemukan dari hasil penelusuran subklaster Jakarta.
Kasus ke-21 merupakan perempuan berusia 47 tahun yang juga ditemukan dari hasil penelusuran subklaster Jakarta.
Kasus ke-22 merupakan perempuan berusia 36 tahun dan dikategorikan sebagai imported case. Artinya, yang bersangkutan diduga terjangkit Covid-19 ketika berada di luar negeri dan dinyatakan positif ketika kembali ke Indonesia.
Kasus ke-23 yakni perempuan berusia 73 tahun yang juga imported case.
“Kondisinya (kasus 23) saat ni menggunakan ventilator (alat bantu napas) karena faktor pengorbit cukup banyak. Kondisinya cukup stabil,” jelas Yuri.
Kasus ke-24 yakni laki-laki berusia 46 tahun yang masuk kategori imported case.
Kasus ke-25 merupakan perempuan warga negara asing berusia 53 tahun, masuk kategori imported case dan kondisinya stabil.
Kasus ke-26 merupakan laki-laki WNA berusia 46 tahun yang juga masuk kategori imported case.
Sedangkan kasus ke-27 merupakan seorang laki-laki WNI berusia 33 tahun yang sumber penyebarannya belum diketahui.
Dari jumlah kasus yang terus bertambah, Yuri mengatakan penelusuran terhadap riwayat kontak para pasien menjadi sangat penting.
Sejauh ini, pengawasan di pintu masuk negara menggunakan thermal scanner telah dilakukan namun tidak efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari luar negeri.
Pasalnya menurut Yuri, orang-orang yang terinfeksi Covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala demam.
“Bisa juga masih inkubasi atau muncul gejala ringan lalu dia minum obat yang ada kandungan penurun panas,” ujar dia.
Dia mengimbau masyarakat, baik orang dalam pemantauan maupun bukan agar menggunakan masker ketika batuk dan pilek.
“Supaya virus yang ada di tubuhnya tidak tersebar, edukasi kita kembali lagi pada pola hidup sehat,” tutur Yuri.