Erric Permana
26 Februari 2020•Update: 28 Februari 2020
JAKARTA
Amerika Serikat menghibahkan 14 unit drone ScanEagle dan pembaruan (upgrade) peralatan 3 unit Helikopter Bell 412 kepada Indonesia untuk memperkuat alat utama sistem pertahanan (Alutsista) TNI.
Total hibah pertahanan AS kepada Indonesia itu mencapai USD34,6 juta atau setara Rp484,4 miliar (kurs Rp14.000 per dollar AS)
Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono mengatakan hibah tersebut ditawarkan Amerika Serikat sejak 2014-2015 lalu.
Namun, Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan melakukan pengkajian terhadap tawaran itu.
"Kemhan melakukan penilaian apakah barang tersebut layak diterima dari aspek teknis, ekonomis, politis, dan strategis. Dari kajian tersebut Kemhan memutuskan untuk menerima program hibah dimaksud," kata Trenggono di Komisi I DPR pada Rabu.
Sakti Wahyu Trenggono pun meminta permohonan persetujuan kepada DPR untuk menerima hibah dari AS itu.
Menanggapi permintaan dari Kemhan, Trenggono mengatakan Komisi I DPR menyetujui keinginan dari kementeriannya untuk mendapatkan hibah dari pemerintah AS.
Namun, Komisi I mengingatkan Kemhan untuk mengedepankan kehati-hatian dan kerahasiaan data, serta tidak membebani APBN dalam setiap penerimaan hibah dari negara asing.
Sebelumnya, Drone ScanEagle memiliki nilai USD28,3 juta.
Alutsista itu kata Trenggono dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan kemampuan pengintaian dan pengawasan maritim untuk memperkuat pertahanan Indonesia.
ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing Company.
Kecepatan terbang jelajah ScanEagle berada di kisaran 111 km/jam dan kecepatan maksimum 148 km/jam.
Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 m. ScanEagle sanggup berada di udara dengan lama terbang (endurance) lebih dari 24 jam.
ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patroli maritim, integrasi ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian)
Di kawasan Asia Tenggara-Pasifik, drone ScanEagle sudah digunakan oleh Angkatan Laut Singapura.
Pengguna lainnya adalah AL dan Angkatan Darat Australia. Bahkan, ScanEagle milik Militer Australia telah teruji perang (battle proven) di Irak.
Sementara untuk upgrade peralatan Helikopter Bell 412 dengan nilai USD6,3 juta dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara.
"Nantinya Drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus. Kita hanya keluar dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan Alutsista lainnya," kata Trenggono.
Kata Trenggono, PT LEN akan bertugas untuk mengintegrasikan data.
* CATATAN: Berita ini telah mengalami perbaikan pada pukul 16.20 WIB. Sebelumnya ditulis, hibah pertahanan AS berupa 3 helikopter. Yang benar adalah pembaruan atau upgrade peralatan tiga helikopter Bell 412.