Umar Idris
15 November 2020•Update: 16 November 2020
JAKARTA
Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan kenaikan kasus positif Covid-19 pada pekan lalu merupakan imbas dari pergerakan masyarakat selama libur panjang akhir Oktober.
Kasus baru Covid-19 meningkat di atas 5.000 per hari pada Jumat dan Sabtu, masing-masing sebanyak 5.444 kasus dan 5.272 kasus per hari.
Sebelumnya penambahan kasus positif Covid-19 hanya di kisaran 4.000 kasus per hari sejak awal Oktober.
Bahkan sebelumnya sempat di level 3.000 kasus selama tiga hari pada awal November.
“Ketika libur panjang pada Kamis tanggal 29 Oktober, pemerintah menetapkan cuti bersama pada Rabu 28 Oktober, maka jadilah ini libur panjang yang mendorong masyarakat berlibur ke luar kota,” terang Pandu kepada Anadolu Agency, Minggu.
Menurut Pandu motif pemerintah jelas mendahulukan ekonomi, dengan menetapkan cuti bersama sehari sebelum tanggal merah tanggal 29 Oktober yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ini yang saya sesalkan dari keputusan itu, sekarang kasus positif bertambah, imbas dari libur panjang tersebut,” kata Pandu.
Penambahan kasus baru ini masih akan terjadi pada Desember, kata Pandu. Di bulan tersebut ada perhelatan Pilkada pada 9 Desember dan libur panjang pada akhir Desember.
“Penambahan kasusnya akan terjadi seminggu atau dua minggu setelahnya,” kata Pandu.
Akibat libur panjang ini, kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta dan Jawa Tengah meningkat, masing-masing 1.255 kasus (DKI Jakarta) dan 1.222 kasus (Jawa Tengah). Sebelumnya penambahan kasus harian di dua provinsi itu kurang dari 800 kasus per hari.
Diperkirakan, kata Pandu, peningkatan kasus positif juga akan terjadi di Jawa Barat.
Massa FPI
Terkait dengan kerumunan massa Front Pembela Islam, Pandu meminta pemerintah DKI Jakarta untuk menerapkan peraturan gubernur tentang protokol kesehatan.
Di dalamnya telah jelas diatur, berapa banyak massa yang boleh hadir jika ada peristiwa kerumunan.
“Jika acaranya pernikahan, izin gedung dan lokasi harus ada, dan orang yang hadir juga dibatasi,” kata Pandu.
Kerumunan massa FPI terjadi ketika menyambut pemimpin mereka Rizieq Shihab di bandara dan kediaman.
Menurut Pandu, Gubernur Anies Baswedan perlu lebih tegas menerapkan peraturan untuk mencegah kerumunan. "Pemerintah pusat juga perlu konsisten, jangan menambah cuti bersama kembali demi ekonomi namun imbasnya kasus positif Covid-19 kembali naik," kata Pandu kepada Anadolu.