Pizaro Gozali Idrus
14 Juni 2022•Update: 15 Juni 2022
JAKARTA
Indonesia menyampaikan perang yang terjadi di Ukraina telah menimbulkan dampak geo-politik dan geo-ekonomi yang luas ke berbagai negara, termasuk di kawasan Indo-Pasifik.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan tingkat tinggi antara negara-negara Barat dan kawasan Indo-Pasifik pada Senin di Praha.
“Saya sampaikan di dalam pertemuan bahwa apa yang terjadi di Ukraina hanya contoh atau gejala dari masalah serius yang sedang kita hadapi saat ini,” kata Retno dalam keterangannya pada Selasa.
Retno menyatakan masalah serius itu antara lain hilangnya rasa saling percaya atau trust deficit, adanya paradigma zero-sum; atau paradigma di mana orang menilai bahwa suatu situasi merupakan masalah menang-kalah atau untung-rugi dan tergerusnya penghormatan terhadap hukum internasional.
“Lebih lanjut saya sampaikan bahwa apa yang terjadi di Ukraina sesungguhnya membuka kelemahan arsitektur kawasan paska, Perang Dingin yang kental dengan pendekatan pembendungan,” tukas Retno.
Selain itu, perang ini juga mengingatkan kita agar dapat mengelola potensi konflik dengan lebih baik di kawasan kita.
“Di dalam High-Level Dialouge tersebut saya tekankan bahwa perdamaian dan stabilitas tidak dapat tiba-tiba terjadi. Hal ini harus terus diupayakan dan ditumbuhkembangkan,” ucap Retno.