Iqbal Musyaffa
27 Januari 2020•Update: 28 Januari 2020
JAKARTA
Kementerian Luar Negeri mengatakan berdasarkan aplikasi Safe Travel, China berada pada status hati-hati untuk dikunjungi dengan spesifikasi warna kuning.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan aplikasi Safe Travel dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri yang bisa diunduh melalui gawai sebagai panduan bagi warga negara Indonesia yang ingin ke luar negeri.
Dalam aplikasi tersebut, terdapat empat spesifikasi warna antara lain hijau, kuning, oranye, dan merah.
“Untuk China, statusnya bisa dilihat berdasarkan wilayah. Provinsi Hubei statusnya berwarna merah yang berarti tidak direkomendasikan untuk dikunjungi,” ungkap Judha di Jakarta, Senin.
Provinsi Hubei yang beribukota di Wuhan saat ini sedang diisolasi akibat merebaknya virus korona.
Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan virus tersebut sudah tersebar di 29 provinsi/kota di China dan menimpa 2.762 orang, 5.794 orang terduga terinfeksi, dan menyebabkan 80 orang meninggal.
Faizasyah mengatakan aplikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kehati-hatian warga saat berkunjung ke luar negeri.
“Safe Travel disusun berdasarkan kriteria yang jelas dan informasi terbuka yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Faizasyah.
Dia mengatakan pemerintah belum mengeluarkan travel ban atau larangan untuk berkunjung ke China dan juga belum melarang warga China untuk datang ke Indonesia.
“Kita lebih sifatnya memberikan peringatan atau advice kepada mereka yang berencana pergi ke China agar meningkatkan kehati-hatian dan menghindari wilayah yang berdasarkan informasi terbuka sudah jelas terpapar dan berpotensi terpapar virus korona,” kata dia.
Kemudian, Faizasyah mengatakan bagi warga negara China yang ingin pergi ke Indonesia harus memenuhi proses medis yang ada di pintu keluar negaranya. Begitupun saat masuk ke Indonesia juga ada sistem untuk mendeteksi kesehatan mereka di pintu-pintu masuk sehingga belum ada larangan bagi warga China untuk masuk ke Indonesia.
“Sejauh pantauan kita, belum ada negara yang menerapkan pembatasan travel untuk yang datang dari China,” kata dia.
Faizasyah mengatakan dengan tidak adanya larangan warga China masuk ke Indonesia juga membuktikan bahwa poin yang disarankan WHO terkait mekanisme untuk membatasi penyebaran virus ini sudah berjalan dengan diaktifkannya mekanisme pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan dan di lokasi kedatangan.