Nicky Aulia Widadio
16 Agustus 2019•Update: 17 Agustus 2019
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengatakan bidang pertahanan dan keamanan Indonesia harus siap menghadapi ancaman perang siber, intoleransi, radikalisme, terorisme, serta kejahatan lainnya.
Jokowi -sapaan akrab presiden- mengatakan keterbukaan arus informasi dan komunikasi dalam skala global memiliki konsekusensi munculnya ancaman terhadap ideologi Pancasila, tradisi, hingga kearifan lokal bangsa Indonesia.
Dia menegaskan Indonesia tidak takut dengan keterbukaan arus informasi dan komunikasi, namun perlu menghadapinya dengan waspada.
“Kita hadapi keterbukaan dengan kewaspadaan. Kewaspadaan terhadap ideologi lain yang mengancam ideologi bangsa,” kata Jokowi di Jakarta, Jumat.
Jokowi juga menekankan tidak akan mentoleransi aparat yang tidak mendukung ideologi Pancasila.
Dalam sidang tahunan ini Presiden Jokowi menyampaikan tiga pidato, yakni pidato sidang tahunan, pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI, serta penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN).