Nicky Aulia Widadio
16 Oktober 2019•Update: 16 Oktober 2019
JAKARTA
Sebanyak 121 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen masih terpantau di Sumatera Selatan dalam 24 jam terakhir.
Kebakaran hutan dan lahan juga sempat mendekati rumah warga di Kelurahan Srimulyo, Palembang pada Selasa.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumatra Selatan Ansori mengatakan api membakar lahan hingga berjarak kurang dari 10 meter dari rumah warga.
“Sekarang sudah padam dan sudah dibasahi, tapi memang yang agak ke tengah masih berasap, kami harap tidak terbakar lagi,” kata Ansori ketika dihubungi, Rabu.
Menurut Ansori, lahan seluas 10 hektare itu terbakar karena faktor kekeringan.
“Ada lahan kosong, yang enggak dimanfaatkan selama ini terbakar karena kering dan berisi semak-semak belukar,” ujar Ansori.
Kebakaran hutan juga masih memperburuk kualitas udara di Sumatera Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat indeks pencemaran udara di Palembang mencapai level berbahaya pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB.
Pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB, indeks pencemaran udara berangsur menurun menjadi kategori “sangat tidak sehat”.
Pemerintah Kota Palembang masih meliburkan sekolah hingga 17 Oktober. Keputusan selanjutnya bergantung pada kondisi kabut asap.
Pemerintah setempat telah membagi-bagikan masker dan menyiapkan safe house dengan fasilitas penyaring udara untuk meminimalisasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, ada 311.682 pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada Maret-September 2019.
Titik api di Sumatera Selatan berada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim dan Ogan Ilir. Namun arah angin membawa asap ke arah Kota Palembang.
Sebanyak 8.679 personel gabungan dan sembilan helikopter siaga di Sumatera Selatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
Selain di Sumatera Selatan, titik panas juga masih terdeteksi di Jambi, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Sebanyak 328.722 hektare lahan telah terbakar di seluruh Indonesia sejak Januari hingga Agustus 2019.