JAKARTA
Masjid-masjid di Jakarta kembali menggelar salat Jumat pada hari ini, setelah sempat ditutup untuk mengurangi potensi penularan Covid-19.
Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah bagi setiap jemaah salat Jumat.
Masjid baru dibuka 30 menit sebelum salat Jumat dimulai, kemudian ditutup kembali 30 menit setelah berakhir.
Suhu tubuh setiap jemaah dicek oleh petugas yang menggunakan masker dan face shield. Pengelola masjid juga menyediakan cairan penyanitasi tangan dan tempat mencuci tangan.
Setiap jemaah diatur untuk berjarak satu meter. Mereka membawa sajadah masing-masing dan wajib menggunakan masker selamat ibadah berlangsung.
“Safnya berjarak satu meter antarjamaah. Di depan kosong, posisi silang sehingga ketika sujud, kepala jamaah tidak menyentuh kaki jamaah di belakangnya,” Sekretaris Yayasan Majid Cut Meutia, M Ashraf Ali kepada wartawan, Jumat.
Presiden Joko Widodo juga kembali melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga kembali melaksanakan salat Jumat di masjid Balai Kota, Jakarta.
Sayangnya, masih ada masjid yang belum menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Salah satu warga Jakarta Pusat, Julnis Firmansyah, 26, mengatakan tidak ada protokol jaga jarak di tempat dia melaksanakan salat Jumat.
Masjid di kawasan Kramat Sentiong itu dipadati oleh ratusan jemaah. Julnis mengatakan pengelola masjid tidak membagi salat Jumat menjadi dua gelombang.
“Enggak ada physical distancing, semua orang tetap merapatkan saf. Pundak ketemu pundak. Bahkan selesai salat masih ada yang salam-salaman dan enggak pakai masker,” kata Julnis kepada Anadolu Agency, Jumat.
Julnis mengatakan masjid tersebut dipenuhi jemaah baik di area dalam ruangan, halaman, hingga jalan di depan masjid.
“Saya dapat tempat di jalan. Berusaha jaga jarak, abis salat langsung buru-buru balik. Sajadah sama sarung langsung saya cuci,” ujar Julnis.
Selama ibadah salat Jumat berlangsung, Julnis mengatakan tidak ada petugas yang mengawasi dan mengatur agar protokol kesehatan ditegakkan.
Sementara itu, warga Jakarta lainnya, Muhammad Fida Ul Haq, 27, memilih menahan diri untuk tidak salat Jumat di masjid dan menggantinya dengan salat Zuhur di rumah.
Fida mengatakan masih khawatir dengan potensi penularan Covid-19, terutama jika protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik di masjid.
Menurut dia, masjid di tempat Fida bisa melaksanakan salat Jumat berukuran kecil dan sering kali padat oleh jemaah.
“Concern saya soal protokol kesehatannya,” kata Fida.
“MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga membolehkan kok, yang enggak yakin boleh di rumah,” lanjut dia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengizinkan rumah ibadah dibuka kembali untuk ibadah rutin dengan menerapkan protokol kesehatan.
Peserta ibadah hanya dibolehkan maksimal 50 persen dari kapasitas dan setiap jemaah harus menjaga jarak aman satu meter.
Gubernur Anies Baswedan, pada Jumat, kembali mengingatkan agar masyarakat menaati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, termasuk saat melaksanakan ibadah rutin maupun kegiatan lain.
“Kalau pasien meningkat, situasi mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta tidak segan-segan menggunakan kewenangannya menghentikan proses transisi dan mengembalikan semua berada di rumah,” kata Anies dalam konferensi pers di Jakarta.
Anies juga meminta masyarakat mengawasi kegiatan sosial di rumah ibadah, pertokoan, pasar, maupun perkantoran agar berjalan sesuai aturan.
“Bila menemukan penyimpangan, tegur dan laporkan kepada kita. Kita akan tindak sesuai peraturan yang ada dan kami tidak segan mencabut izin, menutup tempat apabila melakukan pelanggaran,” lanjut dia.
news_share_descriptionsubscription_contact


