Erric Permana
01 Juli 2019•Update: 02 Juli 2019
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah menyatakan kondisi wilayah Sulawesi Tengah yang mengalami bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada 2018 lalu saat ini mulai kembali pulih.
Berdasarkan pemantauan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto roda kehidupan masyarakat sudah kembali pulih dan perekonomian di wilayah terdampak bencana berangsur membaik.
Meski demikian dia mengingatkan masyarakat untuk tidak membangun rumah di wilayah yang dinyatakan sebagai zona merah oleh pemerintah.
"Rumah-rumah yang dibangun juga harus memiliki spesifikasi teknis dan memenuhi standar Rumah Tahan Gempa," ujar Wiranto, saat meninjau pembangunan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Wiranto menambahkan saat ini pemerintah bekerja sama dengan sejumlah organisasi sudah memulai pembangunan hunian tetap di wilayah yang terdampak.
Pada tahap pertama akan dibangun sekitar 3.800 hunian tetap di 3 lokasi, yakni Tondo, Duyu, dan Pombewe yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan bantuan dari yayasan.
Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan hunian tetap bagi para korban bencana di Sulawesi Tengah, baik yang didukung melalui dana APBN maupun Pinjaman Luar Negeri.
"Untuk itu dibutuhkan koordinasi yang ketat dan kerjasama semua pihak, baik Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat," jelas Wiranto.
Sementara itu Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Denis Sumadilaga mengatakan pemerintah menargetkan untuk melakukan pembangunan sesuai dengan kebutuhan sebanyak 11 ribu hunian tetap.
"Pemerintah harus sediakan 8 ribu rumah kurang lebih. Nah yang kita lelang [kepada yayasan dan organisasi] yang 8 ribu, sedangkan 3 ribu hunian sudah dibangun bertahap di Pombewe dan Tondo," jelas Denis di Sulawesi Tengah.