Muhammad Latief
24 September 2017•Update: 25 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah Provinsi Bali bersiap menghadapi masa pengungsian warga masyarakat sekitar Gunung Agung yang berlangsung lama setelah level gunung dinaikan menjadi awas.
“Karakter Gunung Agung sulit ditebak. Kondisi seperti ini (pengungsian) akan berlangsung cukup lama,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam pernyataan resminya, Sabtu.
Setelah berstatus “awas” pada Jumat malam, jumlah pengungsi hingga kini dipastikan terus bertambah.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBPD) Bali mencatat sudah ada sekitar 15.142 jiwa yang tersebar pada 125 titik pengungsian.
Gubernur Made meminta aparat dan pemerintah berkordinasi dengan baik sehingga masyarakat terurus selama masa mengungsi.
Dia juga meminta, warga di sekitar titik-titik pengungsian untuk bergotong-royong membantu, seperti membantu keperluan para pengungsi baik itu peralatan memasak, peralatan makan, bahan makanan serta kebutuhan lainnya.
“Jangan sampai mereka yang di pengungsian kelaparan atau tidak bisa memasak karena tidak ada kompor.”
Di tempat terpisah, Bupati Karangasem Sumantri mengatakan pihaknya akan melakukan penyederhanaan sebaran pengungsi untuk mempermudah distribusi bantuan dan pemantauan kesehatan.
Dia meminta, agar kelompok pengungsi yang kurang dari 200 orang untuk bergabung dengan pengungsi lain.
“Lokasinya di UPT Pertanian di Rendang, Lapangan Desa Les, Lapangan Ulakan serta GOR Sweca Pura,” sebutnya.
Saat ini, dia meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan bencana pada pemerintah.