Erric Permana
23 Oktober 2020•Update: 24 Oktober 2020
JAKARTA
Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly di Paris, Rabu waktu setempat.
Duta Besar Perancis Arrmanatha Nasir mengatakan dalam pertemuan itu kedua menteri membahas perkembangan situasi dan dinamika kawasan Indo-Pasifik, ujar keterangan pers Kementerian Pertahanan pada Jumat,
Menurut dia, Perancis menaruh perhatian khusus terhadap kawasan Indo-Pasifik.
Selain memiliki teritori, sekitar 1,6 juta warganya berada di Kawasan Indo-Pasifik.
Kedua menteri menegaskan pentingnya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan Kawasan.
Menteri Prabowo mengatakan berbagai kemajuan telah dicapai untuk mempererat kerja sama kedua negara, termasuk memajukan industri pertahanan Indonesia.
"Indonesia ingin terus mengembangkan kerja sama dengan Prancis di sektor pertahanan," ujar Menteri Prabowo.
"Termasuk dalam memperkuat alutsista TNI dan memajukan kapasitas industri pertahanan Indonesia sebagai bagian dari global production chain produk alutsista," sebut Menteri Prabowo.
Sebelumnya, pada pertemuan Januari lalu, kedua menteri sepakat menyusun Perjanjian Kerja Sama Bidang Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA).
Perjanjian tersebut, akan memayungi kerja sama pertahanan secara komprehensif.
Bidang kerja sama meliputi pendidikan dan latihan militer, keamanan maritim, pemberantasan terorisme, pengembangan industri pertahanan hingga penguatan kapasitas dalam penanganan bencana seperti pandemi Covid-19.
Kedua menteri meminta agar tim perunding dapat segera menyelesaikan DCA, untuk dapat ditandatangani oleh kedua menteri pada akhir tahun ini, sebagai bagian dari peringatan 70 tahun hubungan diplomatik.
Duta Besar Arrmanatha Nasir mengatakan pertemuan menteri yang kedua kalinya tahun ini menunjukkan komunikasi dan kerja sama pertahanan kedua negara makin intensif.
“Di tengah pandemi Covid-19, yang mengharuskan berbagai kegiatan tertunda, kerja sama Indonesia-Prancis di bidang pertahanan semakin erat.
"Tidak saja terlihat dari intensitas komunikasi kedua menteri, namun juga dengan kegiatan kelompok kerja Strategic Defense Equipment cooperation yang sudah dua kali bertemu tahun ini,” kata Armanatha
Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang pertahanan selama ini dilandaskan kesepakatan kedua negara pada 2017 melalui Letter of Intent (LoI) untuk peningkatan kerja sama pertahanan termasuk kelautan dan keamanan maritim.
Setiap tahun sejak 2013, kerja sama pertahanan bilateral di beberapa bidang seperti pelatihan dan pendidikan, saling kunjung, dan pemberantasan terorisme dibahas melalui forum Dialog Pertahanan Indonesia-Prancis (Indonesia-France Defense Dialogue/IFDD).