Nicky Aulia Widadio
30 April 2020•Update: 30 April 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia memprediksi lebih dari 50 ribu pekerja migran akan kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat di tengah pandemi Covid-19.
Menurut data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ada 37.075 pekerja migran diperkirakan akan habis kontrak pada April-Mei 2020.
BP2MI juga memprediksi ada 15.429 pekerja migran Indonesia lainnya yang akan kembali ke Tanah Air.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah akan mengantisipasi potensi kasus impor Covid-19 dari kepulangan mereka.
“Kami akan memastikan semua WNI yang pulang mematuhi protokol kesehatan wajib, terutama di titik kedatangan di Indonesia dan di titik keberangkatan mereka,” kata Retno dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Indonesia telah menetapkan titik masuk bagi WNI, termasuk fasilitas karantina dan transit sebelum mereka menyebar ke daerah asal masing-masing.
Retno menuturkan WNI yang menggunakan transportasi udara hanya bisa masuk melalui Jakarta, Bali, Makassar, dan Medan.
Sedangkan WNI yang menggunakan transportasi laut melalui Batam, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Benoa Bali, Dumai, serta Tanjung Balai Karimun.
“Di setiap titik masuk akan ada fasilitas karantina khusus untuk mereka yang memiliki gejala,” ujar Retno.
Sedangkan bagi WNI yang tidak memiliki gejala diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.
“Pemerintah setempat, bahkan di tingkat desa juga akan memobilisasi upaya untuk memastikan tindakan karantina terpenuhi,” lanjut dia.
Sejauh ini, Indonesia mencatat ada sekitar 70 ribu WNI yang telah kembali ke luar negeri di tengah masa pandemi.
Sebanyak 68.614 berasal dari Malaysia, 1.381 orang dari berbagai negara lainnya, serta 11.864 orang merupakan kru kapal pesiar dari 17 negara.