Hayati Nupus
29 November 2017•Update: 30 November 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Banjir dan tanah longsor akibat siklon tropis Cempaka telah merenggut 19 nyawa. Empat orang berasal dari korban banjir dan 15 orang korban longsor.
Sebanyak 11 orang di antaranya di Pacitan, 3 orang di Kota Yogyakarta, 1 orang di Bantul, 1 orang di Gunung Kidul, 2 orang di Wonogiri dan 1 orang di Wonosobo.
“Dampak siklon tropis Cempaka telah menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung yang di wilayah Jawa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya pada Rabu.
Selain itu badai siklon tropis Cempaka juga mengakibatkan ribuan rumah, ribuan hektare lahan pertanian dan fasilitas publik terendam banjir. Juga jalan lintas selatan Wonogiri-Ponorogo lumpuh karena tertutup longsor.
“Kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan triliunan rupiah, BPBD masih mendata total dampaknya,” kata Sutopo.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya siklon tropis Cempaka di dekat perairan Indonesia pada Senin malam. Berjarak 32 kilometer sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jawa Timur, tak jauh dari Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan dan Ponorogo.
Badai siklon tropis Cempaka tersebut telah mengakibatkan banjir, longsor dan puting beliung di 28 wilayah di Pulau Jawa dan Bali. Yaitu di Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Magetan, Serang, Cilacap, Sragen, Boyolali, Trenggalek, Sukabumi, Purworejo, Magelang, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.
Di Wonogiri terdapat 68 lokasi bencana banjir dan longsor. Banjir tersebut meluas hingga 18 kecamatan.
Di Yogyakarta, terdapat 84 titik banjir, 93 titik longsor dan 116 titik puting beliung. Bencana ini memakan tiga korban jiwa, yaitu Barjono, Dani dan Aurora Tanti.