Nicky Aulia Widadio
13 Maret 2019•Update: 13 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Tim Gegana Polri meledakkan bom di Sibolga, Sumatra Utara, Rabu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan peledakkan itu merupakan upaya polisi untuk menjinakkan benda-benda yang diduga bom.
“Sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB ada benda-benda yang diduga bom, kami penetrasi dan jinakkan dengan cara diledakkan,” kata Dedi melalui keterangan tertulis, Rabu.
Dedi menuturkan jika penjinakkan ini terkait dengan dua ledakan bom sebelumnya, pada Selasa dan Rabu dini hari.
Ledakan pertama terjadi ketika Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris bernama Husein alias Abu Hamzah.
Di rumah tersebut, terdapat istri dan anak Abu Hamzah yang kemudian meledakkan diri setelah negosiasi polisi agar mereka menyerahkan diri tidak berhasil.
Akibat ledakkan itu, istri dan anak Abu Hamzah diduga tewas.
Abu Hamzah terkait dengan terduga teroris atas nama Rinto alias Putra Syuhada yang ditangkap Densus 88 di Lampung pada Sabtu, 9 Maret 2019.
Kapolri Jenderal Tiro Karnavian mengatakan mereka merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan paham Daesh.