Nani Afrida
05 September 2021•Update: 07 September 2021
JAKARTA
Di hari terakhir Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia berhasil mengantongi dua medali emas dan satu medali perak dari cabang badminton. Perolehan medali emas dan perak ini mengubah posisi Indonesia menjadi ranking 43.
Total medali yang diperoleh di ajang olahraga bergengsi ini adalah 9 medali, terdiri dari dua medali emas, tiga medali perak dan empat medali perunggu, dikutip dari website Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada Minggu.
Tiga medali terakhir disumbangkan atlet badminton Indonesia Leani Ratri Oktila.
Dua emas tersebut didapatkan Leani Ratri Oktila saat berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah dari nomor ganda putri. Satu medali emas lagi didapat saat berpasangan dengan Hary Susanto dalam nomor ganda campuran.
Sementara satu medali perak Leani Ratri diperoleh dari nomor tunggal putri.
Presiden Joko Widodo memberikan pujian dan apresiasi atas capaian prestasi yang ditorehkan atlet badminton Indonesia Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2020.
"Tak ada yang bisa menghentikan Leani Ratri Oktila mendulang medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo. Kemarin, ia mempersembahkan medali emas dari bulutangkis ganda putri. Hari ini, dua medali ia raih di dua final,” kata Presiden lewat Instagram pribadinya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengatakan dia bangga dan bersyukur atas pencapaian kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 yang berhasil meraih 9 medali.
Amali mengatakan sebelumnya pada Paralimpiade di Rio de Jenero tahun 2016, paralikontingen Indonesia hanya memperoleh 1 Medali Perunggu dan berada di Peringkat 76.