Serdar Dincel
07 September 2026•Update: 07 September 2026
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyebut tindakan membakar rumah warga Arab yang tidak bersalah ketika penghuninya masih berada di dalam sebagai bentuk "terorisme Yahudi".
"Jika seseorang datang untuk membakar rumah warga Arab yang tidak bersalah dengan orang-orang masih berada di dalamnya, maka tentu saja itu adalah terorisme Yahudi," kata Bennett dalam konferensi Besheva pada Minggu.
"Jika tindakan itu dilakukan karena alasan nasionalisme, itulah definisinya," tambah Bennett.
Ia mengatakan tindakan semacam itu harus dikecam. "Saya tidak mengerti bagaimana tindakan ini dapat membantu gerakan permukiman," ujarnya.
Pernyataan Bennett disampaikan menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober. Persaingan dalam pemilu tersebut berpusat pada Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu dan para penantang utamanya, terutama mantan Kepala Staf Angkatan Darat Gadi Eisenkot dan Bennett.
Komentar tersebut juga muncul di tengah meningkatnya serangan oleh militer dan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa hari terakhir.