Ahmet Gurhan Kartal
04 Mei 2018•Update: 04 Mei 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP), yang menganut paham populis dan sempat memainkan peran besar dalam referendum Brexit 2015, kalah telak dalam pemilihan lokal pada Kamis di Inggris.
UKIP kehilangan 92 kursi di dewan lokal, setelah dukungan terhadap mereka makin menipis setelah Brexit. Mereka kini hanya memegang 2 kursi, setelah hasil perhitungan dari 99 dari total 150 dewan yang diperebutkan dalam pemilihan lokal.
Partai anti-Eropa itu menjadikan wacana keanggotaan Uni Eropa bagi Turki menjadi pusat dari kampanye pro-Brexit mereka.
Sebelumnya, UKIP pernah membuat sebuah iklan yang dirancang seperti "laporan berita" menampilkan gambar-gambar dari Turki, dengan ancaman bahwa Inggris akan dibanjiri 15 juta pengungsi Muslim jika Turki bergabung dengan Uni Eropa.
Partai Konservatif (Tories) yang berkuasa tampaknya meraup manfaat terkikisnya dukungan untuk UKIP. Mereka menang di beberapa dewan dan berhasil mempertahankan dewan pusat London, Wandsworth dan Westminster, yang menjadi target utama Partai Buruh dalam pemilu ini.
Partai Buruh gagal mengambil dewan Barnet, kalah dari Tories. Para komentator politik setempat mengaitkan kekalahan itu dengan tuduhan anti-Semitisme yang terjadi di Partai Buruh.
Partai Buruh namun berhasil memenangkan Plymouth dari Tories.
Partai Demokrat Liberal (Lib Dem) yang pro-UE berhasil menggalang suara dan memenangkan 40 kursi dewan sejauh ini.
Sebanyak 99 perhitungan dari total 150, Partai Buruh memenangkan 1.467 kursi dewan, Partai Konservatif mengamankan 881 kursi, dan Lib Dems meraih 326.
Hasil keseluruhan dari semua wilayah diperkirakan keluar pada Jumat malam.