Beyza Binnur Dönmez
09 April 2026•Update: 09 April 2026
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran harus menjadi titik awal bagi perundingan yang lebih luas guna menjamin stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.
Dalam pernyataan di platform X pada Rabu, Macron mengatakan telah berbicara dengan Presiden Iran Massoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, serta menyampaikan bahwa keputusan menerima gencatan senjata merupakan langkah terbaik.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan tersebut, seraya berharap gencatan senjata dihormati di seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon.
“Hal itu merupakan syarat penting agar gencatan senjata memiliki kredibilitas dan dapat bertahan,” ujarnya.
Macron juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus membuka jalan bagi negosiasi komprehensif untuk menjamin keamanan seluruh pihak di kawasan.
Menurutnya, setiap kesepakatan harus mencakup isu program nuklir dan balistik Iran, serta kebijakan regional dan tindakan yang memengaruhi navigasi di Selat Hormuz.
Ia menambahkan Prancis akan berperan dalam membangun perdamaian yang kuat dan berkelanjutan bersama mitra regional.
Macron juga menyebut telah membahas isu tersebut dengan para pemimpin Qatar, Uni Emirat Arab, Lebanon, dan Irak.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran setelah Teheran menyampaikan proposal 10 poin yang dinilai dapat menjadi dasar negosiasi.
Pengumuman itu disampaikan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi ancaman kehancuran besar.