20 Juni 2017•Update: 04 Juli 2017
Turki mengatakan akan terus membantu Qatar dan berencana mengirimkan bala bantuan sebanyak 11 ton, menurut menteri perekonomian Turki, hari Senin (19/6).
"Sebuah kapal membawa 4.000 ton bantuan kemanusiaan sedang menuju ke Qatar sekarang dan setelah itu sebuah kapal lain akan membawa 11 ton bantuan," Nihat Zeybekci ketika ditemui pada sebuah acara buka puasa di Istanbul.
"Mereka membutuhkan dari kita terutama produk-produk susu, dan juga telur, dan kita telah mengirimkan 90 pesawat bermuatan pasokan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka," katanya.
Sebelumnya, pada 5 Juni, lima negara-negara Arab - yaitu Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Yaman - memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuduh negara tersebut mendukung kegiatan terorisme, tanpa mempersembahkan bukti apapun untuk mendukung tuduhan itu.
Langkah tersebut kemudian diikuti negara Mauritania, sedangkan Yordania mengurangi hubungan diplomatik mereka dengan Doha dan juga menutup cabang kantor berita Al Jazeera asal Qatar.
Arab Saudi, UEA dan Bahrain juga menutup wilayah udara mereka bagi penerbangan asal Qatar dan memberikan diplomat-diplomat negara tersebut waktu 48 jam untuk keluar.
Menyusul pengucilan itu, Riyadh juga telah menutup perbatasannya dengan Qatar.
Negara-negara lain yang menyusul memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar termasuk Maladewa dan Kepulauan Comoros, serta pemerintahan Tobruk di Libya, yang tidak mendapat pengakuan internasional.
Qatar membantah keras semua tuduhan-tuduhan bahwa mereka mendukung kegiatan terorisme, dan mengatakan langkah-langkah pengucilanan tersebut oleh sejumlah negara Arab "tidak berdasar".