Pizaro Gozali
JAKARTA
Otoritas Bangladesh berhasil menyelamatkan 23 gadis remaja Rohingya setelah dibawa dari kamp-kamp pengungsi ke ibu kota Dhaka untuk dikirim ke Malaysia melalui jalur udara, lansir Channel News Asia pada Minggu.
Polisi Dhaka menangkap empat pelaku perdagangan gadis pengungsi itu, termasuk pasangan Rohingya.
Polisi juga menemukan lebih dari 50 paspor Bangladesh dari tangan mereka.
Juru bicara kepolisian Bangladesh Mokhlesur Rahman mengatakan mereka menggerebek sebuah tempat tinggal di bagian utara kota dan menemukan para remaja bersembunyi di sebuah ruangan di belakang sebuah toko jahit.
"Mereka dijanjikan pekerjaan di Malaysia dan dibawa dari kamp-kamp pengungsi di Cox's Bazar," kata dia.
Mokhlesur mengatakan gadis-gadis Rohingya yang berusia antara 15 dan 19 tahun itu berpotensi menjadi korban prostitusi paksa.
"Kami telah mengajukan tuntutan hukum terhadap empat orang yang ditangkap dan mengirim gadis-gadis itu kembali ke kamp mereka di Cox Bazar," kata Rahman.
Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum yang paling teraniaya di dunia, telah menderita sejumlah serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.
Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan operasi militer terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.
PBB juga mencatat adanya pemerkosaan massal, pembunuhan, pemukulan brutal, dan penghilangan paksa yang dilakukan oleh tentara Myanmar.
Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan pelanggaran seperti itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.
news_share_descriptionsubscription_contact
