Hayati Nupus
JAKARTA
Presiden Sri Lanka Maithripala mengungkapkan kekagetannya atas bom teror yang terjadi di negaranya, lansir media India News 88.
“Saya terkejut sekaligus sedih atas situasi yang terjadi,” ujar dia, Minggu.
Maithripala mengatakan otoritas setempat telah memulai penyelidikan atas kasus ini.
“Tolong tetap tenang dan jangan tertipu oleh rumor,” imbau dia.
Menteri Reformasi Ekonomi Sri Lanka, Harsha De Silva, mengatakan bahwa operasi penyelamatan tentah berlangsung.
De Silva juga mengatakan bahwa dia telah meminta agar masyarakat tenang dan tak keluar rumah.
Laman media itu juga menyebutkan bahwa seluruh penerbangan menuju Bandara Internasional Bandaranaike di Kolombo ditunda karena bandara ditutup sementara setelah serangan teror.
Seluruh penerbangan ke Kolombo dialihkan ke bandara di Mattala.
Menteri Urusan Luar Negeri Sri Lanka Sushma Swaraj mengatakan Komisaris Tinggi India di Kolombo dan India terus memantau situasi ini.
Media lokal ColomboPage mengatakan keenam lokasi ledakan bom itu di antaranya adalah empat gereja Katolik, yaitu Gereja St. Anthony di Kochchikade, Gereja St. Anthony di Negombo, Gereja St. Sebestian di Katuwapitiya, Katana, dan Gereja Sion di Batticaloa.
Ledakan bom juga terjadi di Kingsbury, Shangri-La dan Cinnamon Grand Hotel yang tak jauh dari kediaman resmi Perdana Menteri Sri Lanka.
Keenam bom meledak bersamaan pada pukul 8.45 waktu setempat.
Korban tewas termasuk warga negara asing, dan ratusan lainnya terluka akibat bom tersebut.
Sumber di Rumah Sakit Nasional Kolombo mengatakan lebih dari 80 korban terluka telah dibawa ke rumah sakit tersebut dan memperoleh perawatan medis.
Polisi meminta agar masyarakat setempat menahan diri dan tidak mendatangi lokasi ledakan.
Polisi juga meminta agar masyarakat tetap tenang, tak percaya informasi hoaks dan tidak terpancing untuk melakukan kekerasan.
news_share_descriptionsubscription_contact
