Muhammad Nazarudin Latief
04 November 2019•Update: 05 November 2019
JAKARTA
Buronan Low Taek Jho -yang diburu Malaysia karena kasus 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) - diduga memperoleh paspor Siprus, melalui broker kewarganegaraan terkenal pada 2015.
Menurut Politis, sebuah surat kabar berbahasa Yunani di Siprus, Low memperoleh paspor dari negara pulau di Mediterania itu, atas bantuan broker paspor Henley & Partners ketika pihak berwenang mulai memburunya empat tahun lalu.
Laporan soal hal ini diterbitkan oleh Sarawak Report tadi malam.
Low juga dilaporkan telah membangun rumahnya yang disebut-sebut bernilai EUR5 juta.
Laporan itu mengatakan Low memperoleh paspor melalui Rencana Investasi Siprus yang mengharuskan calon investor menyetor EUR5 juta di Bank Siprus selama tiga tahun, sebelum memenuhi syarat untuk membeli rumah permanen.
Laporan itu mengklaim bahwa kunci-kunci villa Low akan diserahkan dalam dua bulan ke depan.
Henley & Partners tidak menanggapi permintaan komentar oleh Politis.
Klaim terbaru datang beberapa hari setelah laporan muncul minggu lalu bahwa Low telah ditawari suaka di Uni Emirat Arab (UEA) dan telah bolak-balik antara Timur Tengah dan Eropa sejak Juni.
Namun, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador menanggapinya dengan mengatakan bahwa hal tersebut tidak masuk akal dan tidak mungkin bagi seseorang yang dicari di beberapa negara dan secara luas dikenal sebagai tokoh kunci dalam 'kejahatan abad ini' bisa memasuki UEA dengan mudah.
Dia mengatakan UEA memiliki sistem keamanan yang ketat, termasuk kontrol di bandara, di tempat dan hubungan yang baik dengan Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM).