Erric Permana
10 September 2020•Update: 10 September 2020
JAKARTA
Indonesia berharap Amerika Serikat menjadi mitra ASEAN dalam memelihara perdamaian dan stabilitas serta bisa terus menjaga norma dan nilai serta prinsip hukum internasional.
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam pertemuan antar menteri luar negeri (ASEAN Ministerial Meeting) ASEAN-Amerika Serikat secara virtual, pada Kamis.
Menteri Retno dalam pernyataan penutupnya menyatakan ASEAN didirikan untuk perdamaian dan kesejahteraan.
Negara-negara ASEAN, kata Menteri Retno, memiliki prinsip seperti tertuang di dalam Deklarasi Kawasan Damai, Bebas, dan Netral serta Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Negara-Negara ASEAN (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC).
Menurutnya, piagam dan deklarasi tidak berkaitan hanya untuk negara-negara ASEAN, tetapi juga antara ASEAN dengan mitra wicaranya termasuk Amerika Serikat.
"Indonesia juga mengharapkan agar kerja sama ASEAN dan Amerika Serikat terus dapat dilakukan dan menjadi true partner untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Menteri Retno melalui keterangan pers virtual pada Kamis.
Selain itu, Indonesia meminta agar ASEAN-Amerika Serikat bisa bekerja sama dalam pengembangan dan produksi vaksin untuk memenuhi harapan masyarakat.
Sebelumnya, persaingan antar dua negara besar yakni Amerika Serikat-China terus memanas dalam isu wilayah Laut China Selatan.
Menteri Retno dalam rangkaian pertemuan Asean Ministerial Meeting (AMM) ke-53 pada Rabu menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya tensi dan rivalitas negara besar di ASEAN.
Menurut dia, situasi akan berdampak pada perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan.
"Yang lebih mengkhawatirkan, negara lain sering terjebak di tengah dan dipaksa untuk memilih," kata Menteri Retno.