Hayatı Nupus
22 Januari 2020•Update: 23 Januari 2020
JAKARTA
Jepang mengucurkan pinjaman senilai USD1,1 miliar ke Myanmar untuk pembangunan empat proyek infrastruktur.
Kesepakatan pinjaman tersebut ditandatangani oleh Duta Besar Jepang untuk Myanmar Ichiro Maruyama dan Wakil Menteri Perencanaan, Keuangan, dan Industri Myanmar U Maung Maung Win di Nay Pyi Taw, kutip Myanmar Times.
Pinjaman itu akan digunakan untuk pengembangan sistem sewerage Yangon, pengembangan perkotaan untuk pengurangan kemacetan lalu lintas dan kerusakan karena banjir di Yangon.
Pinjaman itu juga akan digunakan untuk peningkatan distribusi daya di Yangon dan Mandalay, serta peningkatan infrastruktur regional di Chin, Rakhine, Mon, Kayin, dan Tanintharyi.
Proyek pengembangan sistem sewerage akan merenovasi dan memperluas pabrik pengolahan air limbah, demi meningkatkan kualitas hidup penduduk di kawasan pusat bisnis Yangon.
Saat ini, sebagian besar limbah dari bisnis mengalir ke sungai dan tidak diolah, sehingga menyebabkan penurunan kualitas air.
Proyek untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan kerusakan karena banjir di Yangon akan dilakukan dengan meningkatkan drainase dan peningkatan Jalan Kereta Api Lingkaran Yangon.
Jumlah kendaraan bermotor di Yangon meningkat lima kali lipat karena pertumbuhan ekonomi dan pemerintah setempat berupaya untuk mengendalikannya.
Proyek peningkatan distribusi listrik di Yangon dan Mandalay akan memperbaiki dan memperluas jaringan distribusi listrik demi meningkatkan pasokan listrik di kota-kota komersial utama Myanmar.
Pada 2017, permintaan daya maksimum nasional adalah sekitar 3.075 MW.
Sementara pada 2020, permintaan daya diperkirakan akan meningkat hingga 4,531MW.
Sedang proyek peningkatan infrastruktur di Chin, Rakhine, Mon, Kayin, dan Tanintharyi berfokus pada peningkatan kehidupan penduduk lokal melalui konstruksi baru, dan renovasi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, tenaga listrik serta pasokan air di pedesaan.