Pizaro Gozali İdrus
19 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah Malaysia mengaku melakukan langkah terbaik untuk membantu para korban Malaysia dari serangan teror Christchurch, lansir Channel News Asia pada Selasa.
Dalam pernyataannya, Kemlu Malaysia merespons artikel di media Star Online yang menyebut tak banyak bantuan diberikan otoritas Malaysia di Christchurch, sehingga keluarga korban berjuang sendiri.
Media tersebut melaporkan beberapa anggota keluarga Malaysia dan korban selamat frustrasi karena "tidak banyak bantuan" dari pihak berwenang Malaysia.
Kemlu Malaysia menyatakan artikel tersebut tidak akurat.
"Kementerian ingin merujuk ke artikel di Star bertanggal 18 Maret 2019 dan ingin menggarisbawahi bahwa informasi yang diberikan dalam artikel itu tidak akurat," kata Kemlu Malaysia.
Kemlu Malaysia juga menyampaikan telah menyerahkan bantuan kepada keluarga korban dan keluarga pada Senin malam.
"Bantuan keuangan dari berbagai sumber diperkirakan akan mengalir di minggu ini," terang Kemlu Malaysia.
Lima puluh orang tewas dan 50 lainnya, termasuk tiga warga Malaysia, terluka dalam insiden penembakan itu.
Hingga kini, satu remaja Malaysia masih hilang.
Keluarga Mohd Haziq Mohd Tarmizi, 17, yang hilang setelah penembakan masih berkoordinasi dengan polisi untuk mencari keberadaannya.
Dua warga Malaysia lainnya, Mohd Tarmizi Shuib, 46, dari Kedah dan Mohd Nazril Hisham Omar, 46, dari Kelantan, masih dirawat di rumah sakit.
Mohd Haziq adalah putra Mohd Tarmizi.
Korban lain, Rahimi Ahmad, 39, dari Penang menjalani operasi ketiga untuk menghilangkan pecahan peluru dari tubuhnya.