Pizaro Gozali Idrus
10 Maret 2020•Update: 10 Maret 2020
JAKARTA
Myanmar terancam kekurangan pasokan obat karena produk farmasi yang diimpor dari India akan segera habis buntut penyebaran wabah Covid-19, lansir Myanmar Times pada Selasa.
Sekitar 75 persen obat-obatan di pasar Myanmar diimpor dari India dan saat ini perusahaan farmasi India menghadapi kekurangan bahan baku untuk pembuatan.
Kondisi ini membuat harga obat-obatan di Myanmar akan melonjak naik karena kekurangan stok.
“Wabah virus korona di China telah mengganggu rantai pasokan dan bahan kimia yang digunakan untuk membuat produk farmasi sehingga produsen India harus menghentikan produksinya,” kata U Lwin Han, direktur pelaksana Yammawaddy International Co Ltd.
Pemerintah India juga telah membatasi ekspor beberapa jenis produk medis ke negara lain karena tingginya permintaan di dalam negeri, kata U Lwin Han.
Namun, penguatan mata uang Myanmar kyat terhadap dolar AS menjaga harga obat-obatan tetap stabil, kata Ko Hla Phyo, pengawas obat-obatan.
“Harga obat agak cenderung turun dengan nilai tukar dolar yang jatuh, tetapi untuk produk medis yang diimpor ketika nilai tukar tinggi, mereka tidak dapat diharapkan turun dalam waktu dekat," kata Ko Hla Phyo.
Myanmar mengimpor 80 persen obat-obatannya dari India. Sumber-sumber lain termasuk Pakistan, Bangladesh, China, Vietnam, Filipina, dan negara-negara Eropa.